Palestina Tolak Berlanjutnya Status Quo

Selasa, 30 April 2019 | 17:52:54 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, RAMALLAH – Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan, pemimpin Palestina takkan menerima berlanjutnya status quo. Terlebih, Palestina juga akan mempertimbangkan kembali hubungan politik, hukum, ekonomi, dan keamanan dengan Israel.

Selama pertemuan dengan Utusan Khusus Norwegia untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, Shtayyeh membahas agenda konferensi donor.

“Konferensi tersebut dijadwalkan digelar di Brussels pada akhir Mei,” ujar Shtayyeh sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA, Senin pagi (29/4)

Shtayyeh menekankan, perlunya aliansi internasional guna menghadapi rencana AS yang disebut ‘Kesepakatan Abad’ ini. Aliansi tersebut juga dimaksudkan, untuk memperlihatkan posisi politik yang jelas.

“Tak ada pilihan selain penyelesaian dua-negara dan berdirinya negara Palestina, dengan perbatasan 1967 dan Al-Quds (Yerusalem) Timur sebagai ibu kotanya,” pungkasnya.

(der/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...