Balai UPTD Wilayah I Sidak ke PT Makmur Indah Selaras Internasional

Satu TKA Dari Tiongkok Diusir

Senin, 29 April 2019 | 11:00:30 WIB

SIDAK: Kepala Balai UPTD wilayah I, Dodi Haryanto Parmin memberikan arahan kepada keempat TKA PT Makmur Indah Selaras Internasional. Satu diantaranya tidak memiliki dokumen kerja lengkap.
SIDAK: Kepala Balai UPTD wilayah I, Dodi Haryanto Parmin memberikan arahan kepada keempat TKA PT Makmur Indah Selaras Internasional. Satu diantaranya tidak memiliki dokumen kerja lengkap.

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MUAROJAMBI- Balai UPTD Wilayah I Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi menepati janjinya. Dipimpin langsung kepala balai UPTD wilayah I, Dodi Haryanto Parmin, mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Makmur Indah Selaras Internasional yang beroperasi di Kabupaten Muarojambi. Dodi dan tim mendapat empat tenaga kerja asing (TKA) asal Taiwan dan Tiongkok yang sedang menginstalasi mesin pabrik kelapa sawit mini perusahaan sebelum di operasikan.

Keempat TKA tersebut semuanya pria. Mereka adalah Mr Ma, Mr Michael, Mr Alver, dan Mr Eric. Tim langsung mengecek kelengkapan dokumen keempat TKA itu. "Satu dari Tiongkok berinisial Mr Ma. Yang lainnya dari Taiwan. Sidak yang kita lakukan belum lama ini," kata Dodi kepada Jambi Independent, Minggu (28/4).

Dari keempat TKA itu, sambung Dodi, Mr Ma yang tidak memiliki dokumen kerja. Mr Ma terpaksa diusir dari perusahaan. "Dia harus pergi dari lokasi kerja. Itu sanksinya karena hanya memiliki paspor kunjungan. Perusahaan dalam mempekerjakan TKA harus memiliki dokumen lengkap," katanya lagi.

Dodi mengatakan, pihaknya telah melakukan teguran kepada perusahaan agar tidak mempekerjakan TKA tanpa memiliki izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA). IMTA berlaku untuk masa waktu satu tahun dan selanjutnya dapat diperpanjang.

Pihak perusahaan harus melaporkan secara berskala terhadap TKA yang bekerja di perusahaan. "Harus dilaporkan agar kita tahu keberadaan mereka ke Dinas Tenaga Kerja Muarojambi maupun provinsi Jambi. Biasanya, perusahaan enggan untuk melaporkan TKA ini," katanya.

Dodi menyatakan sidak ini merupakan bentuk monitoring TKA di lapangan. TKA yang bekerja di perusahaan harus memiliki izin kerja. Masyarakat juga diminta aktif untuk melaporkan ke pihaknya (UPTD) jika menemukan TKA yang bekerja di perusahaan tanpa memiliki dokumen lengkap.

Sementara itu pihak perusahaan hanya pasrah atas keputusan pengusiran TKA yang dilakukan balai UPTD wilayah I. "Kami akan mengurus izinnya," kata staf perusahaan Makmur Indah Selaras Internasional.(dar/viz)






BERITA BERIKUTNYA

loading...