Satu WNI Tewas Dalam Penembakan Masjid Christchurch

Minggu, 17 Maret 2019 | 11:57:14 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, NEW ZEALAND – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington mengkonfirmasi, bahwa satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia pada saat kejadian penembakan di Christchurch, Selandia Baru, yang terjadi pada Jumat (15/3).

WNI korban meninggal tersebut bernama Lilik Abdul Hamid, yang sebelumnya dilaporkan hilang di masjid Al Noor saat penembakan terjadi di tempat ibadah di Christchurch.

“Sebelumnya dikabarkan Lilik merupakan salah satu dari enam orang WNI yang diketahui berada di masjid Al Noor. Lima orang telah melapor ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat, namun Lilik sempat dinyatakan belum ditemukan,” kata KBRI Wellington dalam pernyataan resminya, Sabtu (16/3)

Al Noor merupakan salah satu lokasi yang jadi sasaran penembakan. Dua orang WNI lainnya, Zulfirmansyah dan anaknya, diketahui berada di lokasi penembakan kedua, yakni di masjid Linwood.

Kakak WNI Korban Penembakan di Selandia Baru, Hendra Yaspita memastikan bahwa saat ini Zulfirman Syah masih hidup dan tengah menjalani perawatan intensif di Christchurch Hospital.

Pernyataan itu sekaligus membantah kabar meninggal dunianya Zulfirman yang tersebar melalui sebaran pesan singkat pada Sabtu (16/3).

“Enggak benar meninggal dunia, tadi pagi saya kontakan dengan istri beliau katanya mau dioperasi, anaknya Alhamdulillah sudah membaik,” katanya

KBRI Wellington telah membentuk posko sementara 24 jam untuk memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang butuh pertolongan terkait penembakan.

Selain itu, mereka juga menyediakan nomor telepon yang bisa dihubungi buat mencari informasi, yaitu +6421 1950 980 (Rendy Ramanda) dan +6422 3812 065 (Luth Anugranya).

Kepolisian Selandia Baru juga sudah membuka layanan informasi bagi masyarakat, yakni melalui situs bantuan dan situs untuk mencari keluarga yang hilang.

(der/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...