Terkait Kasus Pembacokan

Escavator Kades Muaro Kibul Disita

Kamis, 03 Mei 2018 - 11:48:46 WIB

DISITA : Polisi saat mengamankan alat berat jenis escavator milik Kepala Desa Muaro Kibul Sandri Can Indra. Alat berat tersebut menjadi barang bukti pembacokan yang terjadi di Desa Batang Kibul Kecamatan Tabir Barat.
DISITA : Polisi saat mengamankan alat berat jenis escavator milik Kepala Desa Muaro Kibul Sandri Can Indra. Alat berat tersebut menjadi barang bukti pembacokan yang terjadi di Desa Batang Kibul Kecamatan Tabir Barat.

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Kasus penganiayaan yang mengakibatkan satu korban mengalami luka bacok akibat permasalahan Tambang Emas Ilegal, kini kasus tersebut terus bergulir. Pihak kepolisian terus memeriksa saksi-saksi terkait kasus tersebut.

Malahan, polisi juga memeriksa Sandri Can Indra yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Muaro Kibul sebagai saksi dalam kasus tersebut. Memasuki hari ketiga kisruh pembacokan yang dilakukan Hamdan terhadap Pirdaus warga Desa Batang Kibul, karena alat berat yang digunakan untuk aktifitas PETI milik Kades Muaro Kibul dihadang sekelompok orang termasuk korban. Dimana setiap alat berat yang melintasi Desa Batang Kibul harus membayar uang sebesar Rp 4 Juta untuk bantuan sosial.

Karena pelaku tidak mengindahkan permintaan korban, akhirnya pembacokanpun terjadi. Saat kejadian sempat terdengar isu jika antara warga dua desa tersebut akan saling serang. Namun untuk meredam hal tersebut pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejaidan.

Usai berhasil meredam massa, akhirnya pihak kepolisian mempolice line alat berat yang jadi pemicu keributan hingga pembacokan terhadap korban bernama Saipul. Untuk memudahkan proses hukum, sekitar pukul 18.00, Selasa (1/5) alat berat jenis escavator milik Kades Muaro Kibul langsung disita dan dibawa ke Polres Merangin. Alat berat itu diamankan sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqin membenarkan penyidik telah memeriksa Kades Muaro Kibul sebagai saksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan seseorang luka.

“Kades diperiksa kemaren dan alat beratnya juga kami sita untuk bukti dalam kasus ini. Sampai saat ini Kades masih berstatus saksi dalam pemeriksaanya,” jelas AKP Sandi, Rabu (2/5).

Sandi juga menjelaskan, untuk pelaku pembacokan sampai saat masih belum berhasil di amankan anggota Sat Reskrim dan masih berstatus buronan.

“Kita masih mengupayakan agar pelaku menyerahkan diri dengan cara baik-baik. Jika tidak terpaksa kami mencari pelaku dengan cara kami sendiri,” tutupnya. (zak)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...