Lima Sektor Strategis Rawan Korupsi

Kamis, 22 Maret 2018 - 09:56:23 WIB

ist

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), telah berlangsung sejak beberapa hari ini di Jambi. Monev ini melihat ada ladang korupsi di berbagai sektor.

Kepala Korsupgah Wilayah II KPK RI Adliansyah Malik Nasution mengatakan, dari hasil MoU beberapa waktu lalu, KPK RI melihat apa yang menjadi tindak lanjut dari daerah.

Pria yang biasa disapa Choky ini, meminta kepada daerah untuk melaksakan apa yang telah menjadi rencana aksi sebelumnya. Nantinya setelah Monev ini, secara berkelanjutan KPK meminta lampiran perkembangan per tiga bulan dari Pemda.

"Kita lihat bagaimana perkembangannya, kemudian sektor strategis juga dilakukan pendampingan," katanya. Dari monev yang dilakukan kemarin, Choky mengatakan KPK memberikan tengat kepada daerah untuk menyiapkan teknisi. Teknini ini untuk menjalankan rencana E-planing, E-budgeting dan E-perizinan.

KPK memberikan tenggat hingga Juni mendatang untuk menerapkan rencana aksi itu. Pemerintah daerah dalam hal ini hanya menyediakan teknisi. Menurutnya Aplikasi dan fondasinya sudah ada, tinggal pelaksaanya saja.

“Paling tidak ada dua teknisi, semua sudah bisa berjalan,” katanya.

Menurutnya, untuk pelaksaan di Jambi akan lebih mudah. Pasalnya Jambi hanya melakukan implementasi dari keberhasilan di beberapa daerah. “Monev yang akan datang, kita akan buat workshop pelaksanaan,” katanya.

Kemudian ketika ditanyakan kenapa lima sektor strategis mendapat pendampingan oleh KPK, Choky mengatakan kelimanya merupakan sektor pendapatan dan pelayanan masyarakat.

Lima sektor strategis yang didampingi adalah, sektor pendapatan , Infrastruktur, Kesehatan, pendidikan, dan Sumber Daya Alam (SDA). Kelima sektor strategis ini menurutnya memiliki anggaran paling besar. “Yang sektor strategis merupakan wilayah rawan korupsi, karena dengan anggran besar,” katanya.

Dijelaskanya, dari sektor strategis itu, Jambi memiliki potensi yang sangat baik. Ia mencotohkan untuk hasil SDA, Jambi memiliki potensi, namun belum termanfaatkan dengan baik.

“Kita akan dampingi dan membantu melakukan penataan, baik perencanaan dan pelaksanaan,” tandasnya. (enn/rib)






BERITA BERIKUTNYA

loading...