OPD Baru Mulai Mengkaji

Los Daging Ditinggalkan

Rabu, 21 Maret 2018 - 19:52:09 WIB

SEPI : Kondisi los daging di Pasar Type A Bangko tampak sepi. Los ini ditinggalkan pedagang lantaran sejumlah fasilitas tidak berfungsi.
SEPI : Kondisi los daging di Pasar Type A Bangko tampak sepi. Los ini ditinggalkan pedagang lantaran sejumlah fasilitas tidak berfungsi. W Kasto/Bangko Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Keberadaan fasilitas Pasar Type A yang menelan dana Milyaran dari Kementrian Perdagangan RI di Merangin tampaknya mubazir. Usai ditinggalkan para pedagang sayuran dan asesoris, kini giliran para pedagang daging dan ikan yang tak bisa bertahan.

Alhasil, saat ini los tersebut ditinggalkan pedagang. Pedagangpun kembali berjualan di Pasar Baru Bangko. Penulusuran Bangko Independent Selasa (20/3) terlihat los pedagang ikan banyak kosong. Disitu, hanya ada dua pedagang yang masih bertahan untuk berjualan di dalam los tersebut.

Malahan para pedagang kembali memilih berjualan diluar. Hal in diakibatkan kondisi tempat berjualan dinilai tak layak. Kondisi fasilitas tersebut seperti lantai yang licin, pembuangan limbah yang tidak mengalir dan tembok pembatas yang terlalu tinggi. 
"Cuma bertahan tiga hari disini, selama jualan sudah tiga orang yang jatuh akibat lantainya licin," kata Edi, salah satu pedagang ikan yang masih bertahan berjualan di Los Pasar Type A dibincangi Selasa (20/3).

    Ia juga mengatakan, keluhan pedagang bukan terjadi akibat lantai yang licin saja. Keluhan lain juga terdapat pada tidak berfungsinya pembuangan limbah. Akibatnya aroma tidak sedap membuat pembeli dan pedagang tidak betah berjualan. 

       "Pembuangan limbahnya tidak normal, air limbah mutar didalam dan membuat aroma tidak sedap,” ungkapnya. 

       Bukan hanya lantai yang lincin dan fasiltas pembuangan limbah yang membuat para pedagang pindah. Edi menyebutkan dinding pembatas untuk berjualan terlalu tinggi. "Dinding pembatas los terlalu tinggi. Kalau bisa direndahkan dikit. Kami berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan supaya pedagang bisa kembali berjualan disini," ujar Edi. 

Terkait keluhan para pedagang tersebut Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Merangin, Junaidi mengatakan keluhan para pedagang tersebut sudah dilakukan pengajian. Namun hasilnya beberapa waktu kedepan pihaknya akan membahas permasalahan tersebut. "Sudah kita kaji masalah itu, secepatnya akan kita lakukan renovasi," ungkap Junaidi. 

       Ia juga mengatakan, terkait keluahan tersebut pihaknya akan secepatnya melakukan perbaikan. Hanya saja, perbaikan yang diungkapkan Junaidi kemungkinan besar baru akan dilaksanakan usai lebaran Idul Fitri mendatang. "Paling lambat setelah lebaran akan kita lakukan perbaikan. Perbaikan itu sesuai dengan apa yang dikeluhkan pedagang tersebut," pungkasnya. (mg02)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...