Ngaku Tujuh Kali Bacok Korban

Rabu, 21 Maret 2018 - 09:43:08 WIB

Ilustrasi Jawa Pos

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Muara Bulian – Terusman alias Mansur alias Kete (57) kembali menjalni sidang lanjutan kasus pembunuhan M Dasrullah (45) Selasa (20/3). Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian ini dimulai sekira pukul 13.30 dengan agenda lanjutan keterangan saksi dari pihak keluarga korban dan terdakwa.

 Sayangnya dalam sidang tersebut saksi-saksi tidak dapat hadir dikarenakan lokasi yang jauh yakni di Sumatera Barat. Sehingga keterangan saksi dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vanda dan Resa dihadapan Ketua Majelis Hakim Derman P Nababan didampingi Hakim Anggota Listyo Arif Budiman dan Andreas Arman Sitepu.

Setidaknya terdapat 3 keterangan saksi yang dibacakan oleh JPU. Antara lain keterangan Linda Apriani selaku istri korban. Linda mencurigai pelaku yang menghabisi nyawa suaminya adalah Mansur dan Rudi. “Istri korban curiga, karena saat dirinya datang ke lokasi kebun. Kedua terdakwa sudah tidak ada,” sebut Vanda membacakan keterangan dari saksi.

 

Tak hanya itu, dalam keterangan tersebut Linda mengaku suaminya sempat bercerita bahwa hasil panen selalu menurun. Keterangan Asep yang merupakan rekan korban juga turut dibacakan. Saat sebelum mengetahui bahwa korban telah dibunuh, korban empat singgah kerumahnya dengan alasan akan pergi ke kebun miliknya di Batanghari untuk menyemprot.

 Hakim dan JPU sempat terlihat kesal dengan terdakwa Mansur. Pasalnya Mansur tampak memberikan keterangan berbelit-beli dengan alasan pendengarannya kurang baik.

 “Maaf pak ambo kupingnya tidak dengar sebelah kiri,” sebut Mansur.

 Dihadapan majelis Hakim dan JPU, Mansur mengakui bahwa niatnya membunuh sudah ada sejak November tahun lalu. Selain dikarenakan gaji tak kunjung dibayar ia merasa kesal dan sakit hati karena kepala sering didorong-dorong oleh korban.

 “Inilah pak batas kesabaran saya, gaji tidak dikasih saya sabar. Sampai akhirnya dia jolak kepala saya disitu saya sakit hati,” terang Mansur menggunakan bahasa padang.

 “Sayo memang miskin pak. Cuma saya sakit hati dikayak itui. Itulah pak akhir dari kesabaran saya,” timpalnya.

 Selain itu Mansur memperagakan beberapa adegan dirinya saat menghabisi nyawa M Dasrullah. Dari keterangannya dihadapan Hakim, dirinya mengaku melayangkan gorok ke tubuh korban sebanyak tujuh kali.

 “Aku khilaf pak karena sudah habis kesabaran tadi. Lehernya aku tebas terus aku gorok pak,” tabahnya lagi.

 Usai membunuh Mansur dan Rudi pun sempat memanen buah sawit. Keesokan harinya masih sempat memanen buah sawit dan menjualnya ke tengkulak sawit dan kemudian pulang ke Padang untuk bersembunyi.

(zen)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...