Soal Kenaikan Harga Cabai

Dewan Tegaskan OPD

Senin, 19 Maret 2018 - 10:34:23 WIB

BELANJA : Warga ketika bertransaksi membeli cabai di pasar tradisonal. (Dokumen/BANGKO-INDEPENDENT.COM)
BELANJA : Warga ketika bertransaksi membeli cabai di pasar tradisonal. (Dokumen/BANGKO-INDEPENDENT.COM)

BANGKO-INDEPENDENT.COM- MERANGIN - Dua bulan jelang bulan Ramadhan harga Sembako di pasar tradisonal terus melonjak, salah satunya harga Cabai Merah dan harga Cabe Rawit. Saat ini dua sayuran komoditi utama masyarakat itu dijual dengan harga Rp 50 Ribu.

Kenaikan harga ini terjadi di Pasar Minggu Rantau Panjang Kecamatan Tabir. Rabiah warga kecamatan Tabir Minggu (18/3) mengatakan, jika harga Sembako melonjak tidak seimbang dengan pendapatan masyarakat petani. Apalagi musim penghujan seperti saat ini.

"Harga yang melonjak itu harga Cabai, harganya tidak sesuai lagi dengan pendapatan kami perminggu. Tadi (Pasar-red) harga cabe diatas Rp 58 Ribu /Kg kalau harga cabai merah itu malah lebih mahal lagi," ujar Rabiah.

Kondisi ini ternyata menimbulkan kecaman tegas dari Anggota DPRD Merangin, Mustafa. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Merangin untuk turun kelapangan untuk mengecek kestabilan harga baik di pasar tradional maupun pasar modern.

"Dari informasi warga harga cabai mulai melonjak. Bahkan tidak hanya cabai, harga Sembako lain juga meningkat. Yang kita khawatirkan ada oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini," ujar Mustafa.

"Kita minta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan turun ke lapangan untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan masyarakat. Apalagi ini mau menjelang bulan puasa, setidaknya dua pekan sekali lakukan Sidak dan ambil langkah-langkah tepat dalam mengatasi hal ini," katanya.

Sementara itu, terkait kritikan tegas dari Mustafa, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Merangin, Junaidi belum memberikan keterangan. Ketika dikonformasi melalui ponsel, bernadakan tidak aktif. (mg03)






BERITA BERIKUTNYA

loading...