Petani Ganja Dibekuk

Senin, 19 Maret 2018 - 10:32:57 WIB

TANGKAP : Tim Opsnal Polsek Lembah Masurai ketika mengamankan Asep Arjoni(20). Warga yang berdomisili di Dusun Sungai Tebal ini diamankan ketika akan menjual tanaman ganja.  (Foto IST/BANGKO-INDEPENDENT.COM)
TANGKAP : Tim Opsnal Polsek Lembah Masurai ketika mengamankan Asep Arjoni(20). Warga yang berdomisili di Dusun Sungai Tebal ini diamankan ketika akan menjual tanaman ganja. (Foto IST/BANGKO-INDEPENDENT.COM)

BANGKO-INDEPENDENT.COM-MERANGIN – Tindak tanduk petani yang berdomisili di Dusun Sungai Tebal Desa Nilo Dingin Kecamatan Lembah Masurai, sangat tak pantas ditiru. Pasalnya, ketika petani lainnya menanam tumbuhan perkebunan, Asep Arjoni (20) malah menanam pohon ganja.

Langkah mudah Asep untuk mencari keuntungan dari ganja tersebut berhasi dihentikan oleh Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Merangin bersama Tim Polsek Lembah Masurai. Pelaku diamankan polisi ketika hendak menjual ganja kering ke salah seorang di Dusun Sungai Tebal.

Penangkapan pelaku Asep, bermula dari laporan masyarakat dimana akan ada transaksi narkoba jenis ganja disalah satu warung remang-remang di wilayah Dusun Sungai Tebal. Berbekal informasi tersebut, tim Opsnal Polsek Lembah Masurai langsung turun ke lokasi. Kamis (15/3) sekitar pukul 11.00, pelaku berhasil dibekuk bersama barang bukti daun ganja kering seberat 100,90 Gram.

Saat diintrograsi polisi, pelaku mengakui jika ganja tersebut ditanamnya sendiri di wilayah Kecamatan Lembah Masurai. Karena pelaku mengatakan di lokasi tempat ia menanam masih banyak ganja yang tertanam, tim opsnal Polsek Lembah Masurai dan Satres Narkoba Polres Merangin langsung menuju ke lokasi yang diinformasikan pelaku.

Dengan perjalanan kaki selama kurang lebih delapan jam, polisi menyusuri lokasi tersebut. Namun pihak kepolisian tak menemukan lokasi yang dimaksud pelaku. Karena pelaku selalu berbelit-belit saat memberikan keterangan, akhirnya pelaku dan barang bukti yang ada dibawa ke Polres Merangin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya membenarkan jika anggotanya mengamankan seorang pelaku yang ingin menjual hasil tanaman ganja yang ditanamnya sendiri.

“Jika dilihat dari ganja yang dijualnya barang tersebut di tanam oleh pelaku sendiri. Pelakupun kelihatanya baru kali ini menjual hasil tanaman ganja ke wilayah tersebut,” jelas AKBP I Kade Utama, Minggu (18/3).

Kapolres menjelaskan, anggotanya akan terus mencari informasi dari pelaku dimana dirinya menanam narkoba jenis ganja tersebut. Sebab di wilayah Lembah Masurai, Jangkat dan sekitarnya adalah tempat yang strategis dan bisa berpeluang menjadi sasaran warga menanam ganja.

“Untuk pelaku akan kita jerat dengan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1, undang-undang nomor 35 tentang narkotika. Pelaku dijerat hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun,” tutupnya. (zak)






BERITA BERIKUTNYA

loading...