Ditanya Soal Kasus Barunya, Zumi Zola Irit Bicara

Rabu, 11 Juli 2018 | 19:51:41 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 - 2018, penyidik  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Gubernur nonaktif Zumi Zola, Zumi diperiksa sekitar dua jam lamanya pada hari ini Rabu, (11/7).

Menanggapi pemeriksaannya, Zumi memilih irit bicara, dia hanya mengucapkan terima kasih saat dicecar berbagai pertanyaan oleh awak media.

Dari pantauan JawaPos.com, Zumi datang mengenakan baju batik merah, celana gelap, dipadu rompi oranye. Senyum memang selalu mengembang di wajahnya, namun ketika dicecar soal kasus yang melilitnya, dia memilih enggan menanggapi pertanyaan awak media.

Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, pemeriksaan Zumi berkaitan dengan kasus gratifikasi proyek - proyek di dinas PUPR Provinsi Jambi tahun 2014-2017 untuk tersangka Arfan.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk Arfan," ujarnya pada awak media, Rabu (11/7).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli sebagai tersangka. Penetapan tersangka dalam kasus suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018,” ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Kata Basaria, lembaga antirasuah ini menduga bahwa Zumi Zola mengetahui dan setuju terkait adanya uang ketok palu yang diberikan kepada sejumlah anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD.

Selain itu, Basaria mengatakan Zumi juga diduga meminta Plt. Kadis PUPR Jambi yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Arfan dan Saifudin untuk mencari dana dan melakukan pengumpulan dana dari kepala OPD dan pinjaman lainnya.

“Dari dana terkumpul tersebut ARN (Arfan) melalui orang kepercayaannya telah memberikan kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi Rp3,4 miliar,” beber Basaria.

Adapun, selama proses pemeriksaan berlangsung, lembaga antikorupsi telah menerima pengembalian uang dari para pihak penerima uang.

"Uang yang dikembalikan mencapai Rp700 juta dan kini uang itu menjadi alat bukti dan dititipkan dalam rekening penempungan KPK," tukasnya.

Dalam kasus suap ini, Zumi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, Zumi juga telah menyandang status sebagai tersangka serta telah ditahan KPK. Ia menjadi tersangka dalam kasus gratifikasi dan dijerat dengan dengan Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

(ipp/JPC)






BERITA BERIKUTNYA

loading...