Sementara Dinas PU Hanya 12 Persen

Serapan Anggaran Baru 37,4 Persen

Rabu, 11 Juli 2018 | 13:57:37 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Muarojambi hingga bulan Juli tahun 2018 ini, masih 37,4 persen dari total anggaran yang mencapai Rp 1,288 triliun. Ini artinya ada perencanaan dan kegiatan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum berjalan. Dan menyebabkan realisasi fisik lambat. Seperti Dinas Pengerjaan Umum (PU)  yang serapan belanja langsung hanya 12 persen pada semester satu memasuki awal triwulan ketiga ini.

Kabid Pembendaharaan Badan Pengelolaan dan keuangan Aset Daerah  (BPKAD) Kabupaten Muarojambi, Irfan Kurniawan membenarkan jika serapan anggaran saat ini masih berkisar 35 persen. 

“Memang benar, saat ini serapan anggaran untuk APBD tahun 2018 masih dalam kisaran 35 persen. Untuk itu, memang tidak ada alasan buat kita untuk tidak bekerja cepat memenuhi target. Sebab, jika hal ini tidak kita genjot juga akan berimplikasi terhadap lalu lintas keuangan di daerah,”katanya Selasa (10/7).

Namun lanjutnya, pihaknya optimis dalam beberapa pekan ini serapan anggaran bisa dioptimalkan, mengingat beberapa pekerjaan fisik dari beberapa OPD sudah memasuki masa tender untuk kemudian siap untuk dikerjakan.

“Dan akan berprogres persentasenya pada akhir- akhir triwulan ketiga dan ke empat,”katanya.

Mengenai rendahnya serapan Dinas PU juga dijelaskan Irfan.

Dari sekitar 31 persen total serapan belanja langsung dan belanja tak langsung, untuk belang langsung baru 12 persen. “Dan serapan belanja tidak langsung sudah sama dengan OPD lainnya diangka 28 persen,”paparnya.

Faktor rendahnya serapan belanja langsung di Dinas PU, ia menduga masih menunggu adanya konpensasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan diterima Dinas PU.

“Jadi belum bisa terserap, kemungkinan disebabkan belum turunnya DAK tersebut,”tuturnya.

Sedangkan untuk dugaan kecilnya persentase serapan belanjang langsung Dinas PU disebabkan karena lambatnya Dinas PU dalam mengajukan Rencana Pelakasanaan pengadaan (RPP) ke Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Muarojambi yang baru diajukan awal April 2018 lalu. Sehingga terlambatnya proses tender lelang pengerjaan Dinas PU yang kabarnya baru selesai pada bulan Juni dan baru akan masuki pengerjaannya pada Juli ini.

“Kalau itu saya tidak tahu. Sebab, itu sudah teknis OPD masing-masing dalam melakukan proses kegiatan mereka,”imbuhnya.

Terpisah, Bupati Muarojambi Hj Masnah  Busro tetap optimis serapan yanggaran 2018 ini dapat tercapai dan selesai pada triwulan ke empat.

“Ya inikan baru serapan anggaran masuk triwulan ketiga. Jadi masih panjang waktunya, saya  yakin serapan anggaran tahun 2018 ini dapat terserap di triwulan ke empat ini,”katanya usai melakukan rapat evaluasi serapan anggaran di ruang rapat Wabub, Senin (9/7).(dar/muz)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...