Setelah Cek Cair, Langsung Kena OTT

Awalnya Diminta Rp 400 Juta

Rabu, 11 Juli 2018 | 13:53:07 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Sidang lanjutan kasus dugaan suap yang menyeret mantan Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim dan oknum Kejari Sungai Penuh, Asmardi, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (9/7). Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jambi menghadirkan lima saksi, di antaranya Bambang Irwanto, Sanismal; Dan dari bagian keuangan, Kasmira, Andila Roza, dan Lara Zintya.

Kelima saksi memberi keterangan mengenai kasus yang menjerat mantan Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti tersebut. Sebelum tertangkap tangan, Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim sempat mengadakan rapat bersama beberapa stafnya. "Waktu itu kami dikumpulkan dan ditanya, soal proyek belum dibayar?" ungkap Sanismal.

Waktu itu, terdakwa Agus Salim sempat mengatakan dimintai uang oleh oknum Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Namun, dia tidak mengetahui pasti siapa yang meminta. "Rp 375 juta katanya. Yang minta, orang kejaksaan," bebernya.

Dia juga mengaku, pernah mengantarkan berkas kepada Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh, Andi Herman. Itu terjadi sebelum Jumat (29/12), pada saat mereka dikumpulkan. Saat itu, dia diperintahkan menunggu di parkiran. "Pas diparkiran langsung diajak ke Kasi Pidsus, ketemu Pak Andi Herman," ungkapnya.

Di sana, dia mengaku diinterogasi selama setengah jam. Namun, dalam interogasi itu, tidak menanyakan tentang uang.  Dia mengaku, proyek pemasangan pipa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memang menjadi tugasnya. Dia pun mengetahui anggaran sebesar Rp 5,6 miliar tersebut.

"Proyek selesai Agustus, pencairan baru Desember. Baru terpakai sebagian. Sisanya untuk pembangunan tahun 2018 dan 2019. Karena ini kan, program sampai 2019," jelasnya. Saksi mengaku tidak tahu bahwa uang Rp 375 juta tersebut berasal dari kas PDAM.

Bambang Irwanto, dari bagian umum PDAM Tirta Sakti, menerangkan, ada permintaan uang sebesar Rp 400 juta dari pihak kejaksaan. Tetapi pihak PDAM keberatan. “Waktu itu, saya jumpa Pak Asmardi. Dia bilang, langsung ke Pak Andi saja. Saya tidak tahu pasti kronologinya, sehingga akhirnya didapati Rp 350 juta dalam OTT pada Jumat (28/12) lalu,” ungkapnya.

Pagi itu, bagian keuangan baru saja mencairkan cek sebesar Rp 375 juta. Staf bagian keuangan, Kasmira dan Andila Roza yang mencairkannya di Bank Jambi, Jumat (29/12). Uang itu dibawa ke kantor PDAM Tirta Sakti. Dari jumlah Rp 375 juta itu, Rp 350 juta diserahkannya pada Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim, dan sisanya sebesar Rp 25 juta dimasukkan dalam tas.

Lara Zintya, saksi lain ketika dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan, menerangkan, sering mendengar cerita ada onum jaksa minta uang. Dia pernah disuruh membuat cek. Namun, karena persyaratannya kurang, maka dia menolak.

"Karena persyaratan membuat cek tidak mendukung, saya menolak untuk membuat. Itulah saya diajak di ruangan Pak Dirut. Di situlah Pak Dirut menjelaskan, uang tersebut untuk kejaksaan," bebernya. Namun, saksi tidak tahu jika uang sebesar Rp 375 yang dicairkan tersebut akan diberikan untuk jaksa. (ira/rib)






BERITA BERIKUTNYA

loading...