Ditarget Rp 1 M BPPRD Jemput Bola

Rabu, 11 Juli 2018 | 11:33:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa/Bangko Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sarolangun terus memburu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada seluruh elemen yang ada. Terutama kepada pajak potensial yang ada di Sarolangun.

Kabid BPHTB dan PBB, Jupri mengatakan, terkait pajak PBB ini, pihaknya tidak hanya menunggu masyarakat untuk membayar. Pihaknya juga menjemput bola untuk pembayaran pajak ini terutama bagi pajak potensial. “Seperti SPBU, hotel, pabrik, dan lainnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, katanya, pihaknya sudah mengantarkan beberapa Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) kepada seluruh pajak PBB potensial. Pihaknya juga ikut turun tangan untuk menyerahkan surat tersebut.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa yang bayar pajak PBB. Salah satunya pajak dari pabrik kelapa sawit yang ada di Kecamatan Bathin VIII sebesar Rp 40 juta,” katanya.

Jupri menyebutkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh pihak yang wajib pajak PBB untuk segera membayar pajaknya. Karena sangat banyak sekali pihak-pihak wajib pajak yang hingga saat ini belum membayar alias terutang. “Untuk 2018 ini hingga Juli baru 213 juta yang baru menyelesaikan pembayaran pajak PBB tersebut,” sebutnya.

Dikatakan Jupri, pihaknya pada tahun ini memasang target penghasilan dari pajak PBB adalah satu miliar lebih. Meskipun yang baru didapatkan hanya 200 jutaan, pihaknya tetap optimis bisa mencapai target yang sudah dipasang. “Kami akan terus kejar seluruh wajib pajak ini, dari pajak potensial hingga pajak di desa,” ungkapnya.

Bagi seluruh pihak yang tidak mau membayar pajak, pihaknya akan kirimkan surat peringatan. Apalagi jika yang menunggak tersebut adalah pihak perusahaan. Tetap pihaknya akan mengacu kepada aturan yang berlaku. “Kami juga tidak akan segan-segan menyegel perusahaan yang membandel dalam membayar pajak PBB,” akunya.

Yang sulit itu sebenarnya menagih kepada wajib pajak individu. Namun saat ini, pihaknya juga meminta kepada desa untuk mengumpulkan pajak PBB tersebut. “Semoga semua elemen bisa mengerti dan ini akan membantu dan menambah pendapatan daerah Sarolangun,” tandasnya.(rak/skm)






BERITA BERIKUTNYA

loading...