Pajak BPHTB Over Target

Selasa, 10 Juli 2018 | 10:27:45 WIB

PAD : Pajak penghasilan daerah melalui bidang BPHTB di Sarolangun cukup tinggi.
PAD : Pajak penghasilan daerah melalui bidang BPHTB di Sarolangun cukup tinggi. Sarolangun Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sarolangun lewat pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2018, ternyata cukup besar. Dari target Rp 5 Miliar, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sarolangun, saat ini sudah berhasil meraup Rp 41 Miliar lebih.

“Target dari pajak BPHTB ini adalah Rp 5 miliar. Namun hingga Juli ini, kami sudah mendapatkan hingga Rp 41 miliar lebih,” ungkap Kabid BPHTB dan PBB BPPRD Sarolangun, Senin (9/7).

Ia menerangkan, hasil dari pajak BPHTB ini sebenarnya didapat dari semua elemen. Namun menurutnya, ada dua perusahaan penyumbang pajak BPHTB terbesar. “Perusahaan tersebut ada di Kecamatan Air Hitam dan Kecamatan Pauh serta di Kecamatan Pelawan,” terangnya.

Kata dia, perusahaan pertama yaitu PT Kreasi Mas yang mengambil alih lahan di kawasan Air Hitam dan Pauh ini membayar BPHTB sebesar Rp 39 miliar lebih. Sedangkan perusahaan kedua yang berada di Kecamatan Pelawan PT. Lubuk Lancang Kuning yang membayar sebesar Rp 1 miliar lebih. “Sisanya itu didapat dari hasil perseorangan, perumahan, dan peralihan penjualan ruko,” katanya. 

Dikatakan Jupri, pihaknya sangat bersyukur tahun ini pajak BPHTB sangat besar didapatkan. Meskipun sebenarnya hasil dari pajak BPHTB ini tidak bisa diprediksi pendapatannya. BPHTB ini sangat berbeda dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“PBB sendiri bisa dipasang target dengan jelas, karena angka pajak tersebut jelas dan bisa dilakukan penagihan. Sedangkan BPHTB ini hanya berlaku jika ada proses peralihan hak. Apalagi jika peralihannya di bawah harga Rp 60 juta itu tidak dikenakan pajak,” katanya.

Meskipun pajak dari BPHTB ini tidak bisa diprediksi, namun pihaknya tetap akan terus memasang target setiap tahunnya. Pihaknya berharap dari pajak ini bisa menambah PAD Kabupaten Sarolangun.

“Karena pencapaian hasil pajak BPHTB ini baru terjadi kali ini angkanya sangat besar. Dari awal pemekaran Sarolangun dengan Merangin belum pernah mendapatkan angka sebesar itu,” pungkasnya.(rak/skm)






BERITA BERIKUTNYA

loading...