Duterte Siap Mundur Jika Ada Orang Selfie dengan Tuhan

Minggu, 08 Juli 2018 | 07:37:26 WIB

 Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengundang kontroversi baru dengan mengatakan, ia akan mengundurkan diri jika ada yang bisa membuktikan Tuhan itu ada (Newsweek)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengundang kontroversi baru dengan mengatakan, ia akan mengundurkan diri jika ada yang bisa membuktikan Tuhan itu ada (Newsweek)

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengundang kontroversi baru dengan mengatakan, ia akan mengundurkan diri jika ada yang bisa membuktikan Tuhan itu ada. Padahal, baru saja ia mengeluarkan perkataan kontroversi dengan menyebut Tuhan itu bodoh.

"Di mana logika bahwa ada Tuhan?" Duterte bertanya dalam sebuah pidato pada pembukaan acara sains dan teknologi di Kota Davao selatan.

Pemimpin berusia 73 tahun itu mengatakan, jika ada satu saksi yang dapat membuktikan, mungkin dengan gambar atau selfie bahwa manusia mampu berbicara dan melihat Tuhan, dia akan segera mengundurkan diri.

Duterte Siap Mundur Jika Ada Orang  Selfie dengan Tuhan
Duterte salah satu Presiden Filipina paling kontroversial (Today Online)

Duterte menilai harus ada Tuhan atau makhluk tertinggi yang mencegah miliaran bintang dan benda-benda langit dari tabrakan dalam frekuensi lama. Pekan lalu, dia menyatakan hal kontroversi dan dicemooh, termasuk oleh beberapa sekutu politiknya, karena menyebut Tuhan bodoh. Akibat pernyataan Duterte tersebut, seorang uskup Katolik memanggilnya psikopat.

“Siapa Tuhan bodoh ini? Bajingan ini benar-benar bodoh. Kamu tidak terlihat tetapi sekarang kamu ternoda oleh dosa Adam dan Hawa, agama macam apa itu? Itu yang tidak bisa saya terima, proposisi yang sangat bodoh," kata Duterte.

Oposisi Senator Antonio Trillanes IV menggambarkan Duterte sebagai satu orang jahat. Menurutnya, pernyataannya kejam. Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque membela pernyataannya, mengatakan Duterte memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya tentang agama. Ia mengungkapkan sebelumnya kalua Duterte pernah mengalami pelecehan seksual oleh seorang imam.

Beberapa uskup Katolik telah mengkritik tindakan keras Duterte terhadap obat-obatan terlarang, yang telah menyebabkan ribuan tersangka tewas dalam bentrokan dengan polisi, juga dengan pidato-pidato penuh sumpah serapahnya. Dia pernah menyebut Paus Fransiskus sebagai bajingan karena memicu kemacetan besar-besaran selama kunjungan pada 2015 di Manila yang menjebak Duterte selama berjam-jam.

 
 
 
 
 
 

(iml/JPC)






BERITA BERIKUTNYA

loading...