BPJS Kesehatan

Ini Cerita Ku : Sampai Bedah Otak Pun Dibiayai BPJS Kesehatan

Senin, 02 Juli 2018 | 08:58:24 WIB

Dewi Mustika
Dewi Mustika Bungo Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM- Saya Dewi Mustika. Saya seorang karyawan perusahaan yang tinggal di Jalan Jujuhan, Unit 3 atau Desa Rimbo Mulyo, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Saya menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak beberapa tahun terakhir. Selain saya dan keluarga yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, saya selalu mengajak keluarga dan tetangga untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sebab, saya merasakan betul betapa pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Saya memiliki sebuah cerita tentang kecelakaan yang dialami oleh saudara sepupu saya di tahun 2017 lalu. Kecelakaan yang dialami saudaranya itu sangat parah.

Saat itu saudara saya tersebut sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan bantuan pemerintah. Karena saudara, saya ikut membantu mengurus administrasi dia berobat.

Karena kecekaan sendiri, dia tidak ditanggung oleh Jasa raharja dan menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

Usai kecelakaan, saudara saya tersebut masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Muarabungo. Dia dirawat di IGD selama lima malam.

Karena sangat parah dia terpaksa dirujuk ke Padang. Sesampai di rumah sakit di Padang, dokter menyarankan bedah otak kalau mau sembuh.

Karena ingin cepat sembuh, keluarga sepakat mengikuti tindakan yang disarankan dokter. Akhirnya otak saudara saya itu dibedah oleh dokter ahli di Padang.

Meski perawatan membutuhkan biaya besar, saudara saya beruntung karena sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sehingga semua biaya baik saat dirawat di Muarabungo maupun di Padang ditanggung 100 persen oleh BPJS Kesehatan.

Padahal, saat itu biaya operasinya saja sudah sebelas jutaan. Belum lagi biaya rawat inap dan biaya konsul pasca operasi.

Kini saudara saya itu sudah sembuh, berkat menjadi peserta BPJS Kesehatan dia tak perlu pikir panjang bila seketika sakit.

Saya sekeluarga juga demikian, tidak perlu pusing biaya saat ada anggota keluarga yang sakit. Termasuk bila harus rawat inap. Pokoknya sangat terbantu, meski tiap bulan kita bayar. Tapi fasilitas yang kita dapatkan sesuai.

Makanya saya gigih mengajak saudara saya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kadang kala saya bersedia mengurus persyaratan administrasinya asalkan dia mau menjadi peserta.

Saya prinsipnya ingin menolong saja, karena tidak ingin melihat saudara dan tetangga kesusahan saat sakit. Pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan juga sangat mudah, ganti kartu dan mengurus administrasi lainnya sangat cepat. Sangat berbeda dengan ngurus KTP yang prosedurnya masih panjang. (*)






BERITA BERIKUTNYA

loading...