KPU RI Keluarkan Surat Edaran

Memilih Tak Wajib Perlihatkan E-KTP

Rabu, 13 Juni 2018 | 11:17:49 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Polemik wajib menunjukan E KTP saat pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Jambi terus bergulir di masyarakat. Banyak kalangan yang takut aturan tersebut malah meningkatkan angka golput, bukan hanya di Jambi namun juga di daerah lainya. Polemik tersebut agaknya diketahui oleh KPU RI, yang mana untuk KPU RI akhirnya mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru terkait pemelihan serentak jilid III yang ada.

 SE dengan Nomor  574 tertanggal 8 Juni ini berisi tentang masyarakat yang bisa memilih hanya dengan membawa formulir C6 tanpa menunjukkan KTP elektronik atau suket seperti yang sudah disosialisasikan sebelumnya. KPU Kota Jambi, Wein Arifin, mengatakan, SE ini merupakan penambahan dari aturan yang ada sebelumnya, didalam PKPU pemilih wajib menunjukkan KTP atau suket kepada KPPS. Namun ada penambahan jika tidak dapat menunjukkan KTP atau suket bisa hanya dengan menggunakan formulir C6. “Tetapi dengan ketentuan, petugas bisa memastikan yang memilih sesuai dan memang benar,” katanya ketika ditemui Jambi Independent di Kantor KPU Kota Jambi.

 “Yang jelas ini pasti dilakukan karena ada dasar yang diperhatikan oleh KPU RI,” sambungnya.

 Ia mengatakan, ketentuan ini memang lebih lembut, hanya saja konsekuensinya adalah menjadi sebuah kewajiban bagi pihaknya untuk menyampaikan aturan baru ini kepada seluruh PPK, PPS, dan juga KPPS serta pihak terkait. Ini dilakukan agar semua elemen mengetahui bahwa menunjukkan KTP kepada petugas tidak lagi menjadi wajib. “Namun, menunjukkan KTP atau suket tetap disarankan agar memastikan yang menggunakan hak suara bukanlah pemilih siluman,” kata Divisi Sumber Daya Manusia ini.

Sementara itu, Pimpinan Panwaslu Kota Jambi Fahrul Rozi mengatakan, dengan munculnya aturan baru ini, pihaknya hanya akan mengawasi proses yang akan berlangsung. Pastinya ini akan menjadi sebuah pengawasan yang lebih karena aturan ini sudah lebih kendor. “Yang jelas kami akan mengawasi secara keseluruhan,” katanya.

 Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisai dan menyampaikan kepada para Panwascam hingga PPL untuk bisa memastikan proses pemilihan nanti bisa berjalan dengan aman. “Jangan sampai ada keributan dan kesalahan karena pemahaman yang berbeda,” kata pria yang akrab disapa Paul ini.

 “Ini juga bagus untuk mengakomodir masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Hanya saja tetap ini akan diawasi, karena terlalu rawan untuk dilakukan kecurangan. Kami berharap hal yang seperti itu tidak akan terjadi,” tandasnya.(rak/ano)






BERITA BERIKUTNYA

loading...