Dugaan Suap PDAM Tirta Sakti

Penuntut akan Hadirkan Enam Saksi

Sabtu, 09 Juni 2018 | 11:08:22 WIB

Sidang dugaan suap Plt Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim, kepada pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh, Asmardi, mulai bergulir di Pengadilan Tipikor Jambi. Setelah pembacaan surat dakwaan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi akan menghadirkan enam saksi.

Sidang pemeriksaan saksi ini, akan digelar Senin (25/6). Ini dikatakan JPU Kejati Jambi Fahrur Rozi. Dia mengatakan, jika dalam persidangan nantinya, JPU akan menghadirkan sekitar enam orang saksi dari PDAM dan Kejaksaan Sungaipenuh. "Kita akan panggil enam orang terlebih dahulu, dari kejaksaan maupun PDAM," katanya.

Sebelumnya, kedua terdakwa tertangkap pada 29 Desember 2017, bertempat di Jalan Raya Bukit Sentiong. Sebelum ditangkap, antara kedua terdakwa ada komunikasi kemudian sepakat untuk bertemu di Bukit Sentiong. Di sana, terdakwa Asmardi menerima uang dari Agus Salim sebanyak Rp 350 juta.

Uang itu diduga terkait dengan program pemasangan air minum perkotaan untuk Masyarakat Berhasil Rendah (MBR) yang saat itu tengah ditangani tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sungaipenuh. Dari dakwaan JPU, perbuatan terdakwa Agus Salim diancam pidana dalam Pasal 5 Ayat (2) UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korapsi.

Sementara Asmardi, didakwa dengan Pasal 5 dan 12 ayat (1) dan (2) dan Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korapsi.

Meski tidak mengajukan keberatan terhadap surat dakwaan, namun penasehat hukum terdakwa Agus Salim, Aditya Diar, keberatan karena ada pihak yang diduga terlibat, tapi tidak dijadikan tersangka. 

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari tangkap tangan anggota Polres Kerinci. Dari tangkapan tangan itu, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 350 juta. Uang tersebut diduga akan diberikan terkait beberapa proyek PDAM yang tengah ditangani oleh Kejari Sungaipenuh. Salah satunya adalah proyek pemasangan sambungan PDAD untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Kerinci. (ira/rib)






BERITA BERIKUTNYA