Sidang Keduanya Akan Digelar Tertutup

AA dan WN Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Sabtu, 09 Juni 2018 | 10:31:56 WIB

 KEJIWAAN : Kedua tersangka Aborsi menjalani tes Kejiawaan di RS Jiwa Jambi Jum`at (8/6) IST/JAMBI INDEPENDENT
KEJIWAAN : Kedua tersangka Aborsi menjalani tes Kejiawaan di RS Jiwa Jambi Jum`at (8/6) IST/JAMBI INDEPENDENT

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Hingga saat ini pihak Unit PPA Reskrim Polres Batanghari terus melakukan pemeriksaan terhadap dua pelaku inses yang berujung tindakan aborsi terhadap bayi dalam kandungan yang diperkirakan berusia 8 bulan. AA (18) yang merupakan kakak kandung dari WN (15) sejak Jumat (8/6) kemarin menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Jambi.

Tak hanya AA, namun WN (15) juga dilakukan pemeriksaan kejiwaan saat itu. Sementara DA (38) ibu kandung keduanya tidak dilakukan pemeriksaan. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari Iptu Dimas Arki Jatipratama melalui, KBO Reskrim Ipda Sutisna Jum’at (8/6).

“Dua tersangka kita lakukan tes kejiwaan yakni AA yang merupkan tersangka menyetubuhi dan WN tersangka Aborsi. Tes nya selama 2 minggu,”sebut Sutisna.

“Sementara untuk si ibu AD tidak dilakukan pemeriksaan. Karena Dia kejiwaannya setabil di pemeriksaan tidak berbelit-belit atau  jujur,”timpalnya.

Dijelaskannya pula, AA dan WA kini berstatus dibantarkan. Apa maksudnya? Dibantarkan berarti masa perawatan keduanya, di rumah sakit jiwa tidak mengurangi masa tahanannya. Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari sejauh ini baru menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kasus tersebut sejak Rabu (6/6) lalu.

“Berkasnya belum ada, baru SPDP yang diserahkan penyidik Polres Batanghari tadi (red, kemarin),”sebut Kasi Pidum Kejari Batanghari Eddowan. Diterangkan olehnya pihak penyidik polres masih memiliki waktu untuk melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke pihak JPU. Setidaknya saat ini telah ditunjuk empat orang jaksa untuk menangani kasus tersebut.

Beberapa jaksa diantaranya pernah menangani kasus pembunuhan, pelecehan seksual anak dibawah umur. “Sidangnya besok tertutup, soalnya ini kan masih anak-anak,”singkat Vanda salah satu JPU.(zen/muz)






BERITA BERIKUTNYA

loading...