Peserta Seleksi Laporkan Timsel

Kamis, 31 Mei 2018 | 07:57:31 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Para peserta seleksi calon KPU melaporkan tim seleksi kepada Bawaslu Provinsi Jambi terkait indikasi kecurangan dalam perekrutan. Bukan hanya ke Bawaslu, peserta seleksi yang menyebutkan sebagai Komunitas Peduli Pemilu Bersih (KOPI PUTIH) juga melaporkan kepada KPU Provinsi Jambi.

Laporan itu dilakukan oleh Asriyandi, M Apri, Jb Martien, Nurdin, Novri Suryadi dan M Kurdi. Nama lain yang ikut melaporkan namun tidak hadir ada Alony Sri Volta, Ali Wardana, Azmi Berlian, Zulfairi, Irwan Gusnadi, Alfadli, dan Riance Juscal.

Koordinator KOPI PUTIH, Asriyadi mengatakan, pihaknya datang ke Bawaslu untuk melaporkan dugaan pelanggaran terhadap PKPU Nomor 1 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Seleksi Calon KPU Provinsi/Kabupaten/Kota. Dengan menilai proses yang dilakukan, pihaknya menyatakan mosi tidak percaya terhadap hasil seleksi penerimaan calon anggota KPU kabupaten dan kota.

"Ini merupakan sejarah kelam dalam sepanjang seleksi karena dilakukan dengan cara yang sangat tidak profesional,” katanya setelah memberikan laporan kepada Bawaslu.

Ia mengatakan, Timsel sendiri diduga ada indikasi uang, merubah nilai hasil seleksi hingga merugikan peserta. Karena itu, pihaknya minta pada Bawaslu Provinsi untuk menindaklanjutinya. “Kami menyiapkan bukti terhadap kecurangan yang dilakukan,” kata peserta seleksi KPU Sarolangun ini.

“Buktinya di Batanghari administrasi yang harusnya minimal 20 orang. Namun saat pengumuman ternyata muncul 22 orang yang lulus administrasi. Kami pertanyakan dua orang tersebut. Selain itu soal tes kesehatan yang diduga tidak transparan. Karena salah satu peserta tidak lulus karena tidak sehat jantungnya. Namun setelah yang bersangkutan tes sendiri ternyata tidak ada sakit jantung,” jelasnya.

"Kami juga menerima laporan dari calon yang telah memberikan uang pada anggota Timsel senilai 15 juta. Tapi setelah diberi Rp 15 juta ternyata tidak lulus dan uangnya tidak dikembalikan. Lalu ada juga tes psikologi yang ternyata nilai bisa dinaikkan dan diturunkan,” tambahnya.

Pihaknya tidak menampik jika tidak semua Timsel terindikasi melakukan kecurangan tersebut. Namun, ini merupakan kerja tim. Biarkan nanti pemeriksaan proses penyelidikan berjalan.

“Kami hanya akan menunggu hasil dari pemeriksaan bagaimana,” sebutnya.

Asriyadi menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan kepada KPU Provinsi Jambi. Tuntutan pihaknya tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan di Bawaslu. Hanya saja ada beberapa yang pihaknya minta diulang.

“Kami minta tes wawancara diulang dan tidak dilakukan fit and proper test untuk enam besar yang ada saat ini,” imbuhnya.

“Semuanya minta dilakukan secara transfaran dan tidak lagi melibatkan timsel, tetapi langsung diambil alih oleh KPU Provinsi Jambi sendiri,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan yang dimasukkan oleh para peserta seleksi yang tergabung dalam KOPI PUTIH tersebut. Untuk selanjutnya, pihaknya akan melakukan kajian terhadap laporan tersebut dan akan melakukan klarifikasi.

“Kami akan panggil pihak pelapor dan juga terlapor. Untuk terlapor sendiri dalam hal ini adalah tim seleksi KPU tujuh kabupaten,” katanya usai menerima laporan tersebut.

Ia mengatakan, ketika ada laporan, pihaknya tidak bisa menolak laporan tersebut dan laporan yang ada harus ditindak lanjuti. Karena laporan yang masuk sendiri masih dalam ranah tahapan pemilihan umum, yaitu rekrutmen calon anggota KPU. “Nanti akan dilihat apakah ini masuk kedalam pidana, administrasi, ataupun etik,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga ini.

Asnawi menyebutkan, pihaknya belum bisa menyebutkan pasal apa yang dilanggar dan potensinya. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk menentukannya.

“Yang jelas, kami akan secepatnya lakukan klarifikasi terhadap laporan ini dan akan memanggil tim seleksi yang menjadi terlapor,” tutupnya.

Terpisah, Ketua tim seleksi KPU Tujuh kabupaten, Agus Salim tidak terlalu menanggapi dugaan pelanggaran dan laporan yang ditujukan kepada Bawaslu. Karena pihaknya sudah bukan lagi sebagai tim seleksi karena sudah berakhir pada 27 April lalu. Pihaknya sendiri juga belum menerima pengaduan tersebut.

“Maaf, kami belum menerima pengaduan yang dimaksud,” katanya.

Ketika ditanya terkait tim seleksi yang merubah nilai calon peserta, Agus menyebutkan pihaknya bersama dengan tim seleksi yang lain sudah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, dalam hal ini undang – undang dan PKPU.

“Yang jelas, kami sudah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukasnya. (rak)






BERITA BERIKUTNYA

loading...